TOKO TERBAIK KHUSUS SUGAR GLIDER · Let's Adopt & Adore
Kembali ke Blog
Penyakit Umum Sugar Glider dan Cara Mengobatinya
sugar gliderpenyakitHLPkesehatanperawatandokter hewan

Penyakit Umum Sugar Glider dan Cara Mengobatinya

Kenali 8 penyakit paling umum pada sugar glider—dari HLP, stres, sampai infeksi bakteri—lengkap dengan gejala, penyebab, dan cara penanganannya.

20 Juli 2026

Penyakit Umum Sugar Glider dan Cara Mengobatinya

Sugar glider adalah hewan yang relatif tangguh, namun bisa sakit jika perawatan tidak tepat. Mengetahui tanda-tanda awal penyakit sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk. Berikut daftar penyakit paling umum pada sugar glider peliharaan di Indonesia beserta gejala dan cara mengobatinya.

1. HLP – Hind Leg Paralysis (Kelumpuhan Kaki Belakang)

HLP adalah salah satu penyakit paling ditakuti oleh para keeper sugar glider. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan progresif pada kaki belakang.

Gejala:

  • Kaki belakang gemetar atau tremor
  • Kesulitan memanjat dan berpegangan
  • Kaki belakang menyeret saat berjalan
  • Kelumpuhan total pada stadium lanjut

Penyebab:

  • Defisiensi kalsium kronis akibat pakan yang tidak seimbang
  • Rasio Ca:P yang terbalik (lebih banyak fosfor dari kalsium)
  • Kekurangan vitamin D3

Penanganan:

  • Segera ke dokter hewan—HLP membutuhkan penanganan medis
  • Dokter biasanya memberikan suntikan kalsium glukonat
  • Perbaiki diet segera: tambahkan suplemen kalsium dengan D3
  • Stadium awal (tremor saja) masih bisa sembuh dengan perbaikan nutrisi intensif

2. Stres dan Depresi

Stres pada sugar glider lebih sering terjadi dari yang dikira. Sugar glider yang stres bisa menjadi agresif, berhenti makan, atau bahkan menyakiti diri sendiri.

Gejala:

  • Sering crabbing (suara decitan keras) tanpa provokasi
  • Tidak mau makan lebih dari 2 hari
  • Bulu kusam dan berdiri
  • Memukul-mukul kepala ke kandang (self-mutilation pada kasus parah)
  • Menggerogoti ekornya sendiri

Penyebab:

  • Perpindahan lingkungan baru
  • Kehilangan pasangan (sugar glider adalah hewan sosial)
  • Perubahan pakan mendadak
  • Kebisingan berlebih
  • Predator di sekitar (kucing, anjing)

Penanganan:

  • Tenangkan lingkungan—minimalkan kebisingan dan gangguan
  • Jangan paksa interaksi—biarkan beradaptasi 3–7 hari
  • Letakkan pakaian bekas Anda di dekat kandang agar mereka mengenal aroma Anda
  • Jika self-mutilation, pasangkan collar pelindung dan segera ke dokter hewan

3. Infeksi Bakteri dan Jamur

Gejala:

  • Diare (kotoran encer, berbau sangat menyengat)
  • Mata berair atau mengeluarkan sekret
  • Hidung meler
  • Bulu rontok tidak merata (tanda infeksi jamur)

Penyebab:

  • Kebersihan kandang yang kurang
  • Makanan basi yang tidak segera dibersihkan
  • Kontak dengan hewan lain yang sakit

Penanganan:

  • Bersihkan kandang dan semua aksesori secara menyeluruh
  • Ganti pakan segar setiap malam
  • Untuk infeksi bakteri: dokter hewan akan meresepkan antibiotik (biasanya amoxicillin oral)
  • Untuk infeksi jamur: antifungal topikal sesuai resep dokter hewan

4. MBD – Metabolic Bone Disease

MBD adalah kondisi tulang melemah akibat gangguan metabolisme kalsium dan fosfor, berkaitan erat dengan HLP namun lebih berfokus pada struktur tulang.

Gejala:

  • Tulang lentur atau mudah patah
  • Postur tubuh membungkuk
  • Rahang bengkak atau susah makan
  • Pertumbuhan terhambat pada joey

Penanganan:

  • Identik dengan HLP: perbaiki nutrisi + suplemen kalsium + D3
  • Pemulihan bisa memakan waktu beberapa bulan

5. Obesitas

Sugar glider yang terlalu banyak mendapat makanan manis atau berlemak bisa mengalami obesitas.

Gejala:

  • Berat badan di atas 200 gram (rentang normal 95–160 gram)
  • Gerak lambat, malas memanjat
  • Gliding membrane (selaput terbang) terlihat ketat

Penanganan:

  • Kurangi porsi buah manis dan ulat hongkong
  • Perbanyak aktivitas dengan mainan dan waktu bermain di luar kandang
  • Konsultasikan jadwal diet ke komunitas sugar glider atau dokter hewan

6. Parasit Eksternal (Tungau/Kutu)

Gejala:

  • Menggaruk berlebihan
  • Bulu rontok di area tertentu (kepala, leher, punggung)
  • Terlihat gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak

Penanganan:

  • Bawa ke dokter hewan untuk identifikasi jenis parasit
  • Pengobatan biasanya berupa ivermectin dosis mikro atau selamectin topikal (Revolution kucing dosis sangat kecil—jangan berikan sendiri tanpa arahan dokter)
  • Bersihkan dan desinfeksi seluruh kandang

7. Prolaps Kloaka

Prolaps adalah kondisi di mana bagian dalam kloaka (lubang ekskresi) keluar ke permukaan. Ini adalah kondisi darurat medis.

Gejala:

  • Terlihat jaringan merah/pink menonjol di area kloaka
  • Sugar glider terlihat kesakitan, tidak mau bergerak
  • Tidak bisa buang air

Penanganan:

  • Segera ke dokter hewan—ini kondisi darurat!
  • Sambil menunggu, jaga jaringan tetap lembap dengan kain kasa basah larutan saline
  • Biasanya ditangani dengan reposisi manual atau tindakan bedah

8. Katarak dan Masalah Mata

Gejala:

  • Mata tampak keruh atau bewarna putih/biru
  • Menabrak benda saat bergerak
  • Mata merah atau bengkak

Penyebab:

  • Genetik (terutama pada morph leucistic dan albino)
  • Kekurangan vitamin A
  • Infeksi

Penanganan:

  • Untuk katarak genetik: tidak ada pengobatan, pastikan kandang aman (tidak ada ujung tajam)
  • Kekurangan vitamin A: perbaiki diet dengan wortel dan sayuran oranye
  • Infeksi: dokter hewan akan meresepkan tetes mata antibiotik

Kapan Harus Pergi ke Dokter Hewan?

Segera cari dokter hewan yang berpengalaman dengan hewan eksotik jika:

  • Sugar glider tidak makan lebih dari 48 jam
  • Tremor atau kelumpuhan
  • Pendarahan
  • Kotoran berubah warna drastis (hitam, merah, atau sangat cair)
  • Tidak bergerak sama sekali
  • Self-mutilation

Di Indonesia, cari dokter hewan yang memiliki pengalaman dengan hewan eksotik di klinik hewan besar di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.

Penting: Jangan mencoba mengobati sendiri tanpa konsultasi dokter—dosis obat yang salah bisa fatal untuk hewan sekecil sugar glider.

Artikel Terkait