TOKO TERBAIK KHUSUS SUGAR GLIDER · Let's Adopt & Adore
Kembali ke Blog
Sugar Glider vs Tupai Terbang, Apa Bedanya?
sugar glidersugar glider vs tupai terbang

Sugar Glider vs Tupai Terbang, Apa Bedanya?

Sugar glider dan tupai terbang sering dikira sama karena sama-sama bisa meluncur di udara, padahal keduanya spesies yang jauh berbeda dari segi biologi maupun status legal sebagai peliharaan.

Tim Adewap Glider12 Agustus 2026

Sugar glider adalah marsupial (mamalia berkantung) asli Australia dan Papua, sementara tupai terbang adalah rodent (hewan pengerat) yang tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Meski sama-sama bisa meluncur di udara memakai selaput di antara kaki, keduanya berasal dari kelompok hewan yang sama sekali berbeda secara biologis.

Klasifikasi Biologis yang Berbeda

Sugar glider termasuk famili Petauridae, kelompok marsupial yang membesarkan anaknya di kantung (pouch), sama seperti kanguru dan koala meski ukurannya jauh lebih kecil. Tupai terbang termasuk famili Sciuridae, kelompok rodent yang berkerabat dengan tupai biasa. Perbedaan klasifikasi ini menjelaskan kenapa keduanya punya cara reproduksi, struktur gigi, dan kebutuhan perawatan yang berbeda meski sekilas terlihat mirip.

Perbandingan Fisik dan Perilaku

AspekSugar GliderTupai Terbang
KlasifikasiMarsupial (berkantung)Rodent (pengerat)
AsalAustralia, PapuaTersebar luas termasuk Asia
ReproduksiAnak dibesarkan di pouchMelahirkan langsung tanpa kantung
GigiStruktur gigi marsupialGigi seri terus tumbuh khas rodent
Status di IndonesiaUmum dipelihara hasil penangkaranSebagian berstatus dilindungi tergantung spesies

Kenapa Sering Tertukar

Keduanya sama-sama punya membran patagium (selaput di antara kaki depan dan belakang) yang memungkinkan meluncur dari satu titik tinggi ke titik lain. Ukuran tubuh yang mungil dan mata besar khas hewan nokturnal juga membuat orang awam sering menyamakan keduanya sekilas pandang, padahal ini contoh kemiripan akibat evolusi konvergen, bukan kekerabatan langsung.

Status Legal sebagai Peliharaan di Indonesia

Ini bagian yang paling penting untuk calon pemilik. Sugar glider yang diperjualbelikan secara legal di Indonesia umumnya berasal dari hasil penangkaran (bukan tangkapan liar), sehingga status kepemilikannya lebih jelas. Sementara itu, beberapa spesies tupai terbang asli Indonesia termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi, sehingga menangkap atau memelihara dari alam liar bisa melanggar aturan konservasi. Selalu pastikan asal-usul hewan yang akan dipelihara jelas dan legal, dari penangkaran resmi, bukan hasil tangkapan liar.

Mana yang Lebih Cocok Dipelihara?

Untuk yang mencari hewan peliharaan dengan status legal yang jelas dan perawatan yang lebih banyak referensinya di Indonesia, sugar glider hasil penangkaran jadi pilihan yang lebih praktis. Tupai terbang liar sebaiknya dihindari sebagai peliharaan kecuali statusnya benar-benar jelas legal dan bukan hasil tangkapan dari alam.

Kesimpulan

Meski terlihat mirip sekilas, sugar glider dan tupai terbang adalah dua hewan yang sangat berbeda dari sisi biologi maupun status legal sebagai peliharaan. Pastikan kamu tahu persis hewan mana yang sedang dipertimbangkan sebelum memutuskan memelihara. Kalau kamu tertarik memelihara sugar glider hasil penangkaran yang legal, cek koleksi sugar glider Adewap Glider via WhatsApp.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah sugar glider dan tupai terbang bisa dikawinkan? Tidak bisa, karena keduanya spesies yang berbeda jauh secara genetik, bahkan berbeda kelas mamalia (marsupial vs rodent).

Apakah tupai terbang boleh dipelihara di Indonesia? Tergantung spesiesnya. Beberapa spesies tupai terbang asli Indonesia berstatus dilindungi, jadi perlu dicek dulu status legalnya sebelum memelihara.

Kenapa sugar glider disebut lebih aman dipelihara dari sisi legalitas? Karena yang beredar di pasaran umumnya hasil penangkaran dengan jalur perdagangan yang lebih jelas, berbeda dengan tupai terbang liar yang sebagian berstatus dilindungi.

Apakah cara merawat keduanya sama? Tidak sama persis. Meski ada kemiripan soal kebutuhan memanjat dan meluncur, kebutuhan diet dan penanganan kesehatan keduanya berbeda karena perbedaan klasifikasi biologis.

Artikel Terkait