Sugar glider paling sering dikira sama dengan tupai terbang karena sama-sama bisa meluncur di udara, padahal keduanya hewan yang berbeda jauh secara biologis. Sugar glider adalah marsupial (mamalia berkantung), sementara tupai terbang adalah rodensia (hewan pengerat), dengan cara berkembang biak yang sama sekali berbeda.
Sugar Glider vs Tupai Terbang
Kemiripan paling mencolok ada di kemampuan meluncur menggunakan selaput di antara kaki depan dan belakang (disebut patagium). Tapi dari sisi klasifikasi, perbedaannya cukup jauh. Menurut Wikipedia, sugar glider tergolong dalam infrakelas marsupialia dengan nama ilmiah Petaurus breviceps, sementara tupai terbang termasuk famili Sciuridae, kelompok yang sama dengan tupai pada umumnya.
| Aspek | Sugar Glider | Tupai Terbang |
|---|---|---|
| Klasifikasi | Marsupial (berkantung) | Rodensia (pengerat) |
| Cara berkembang biak | Melahirkan anak sangat kecil, dibesarkan di kantong | Melahirkan anak yang langsung lebih berkembang |
| Asal | Australia, Papua, Indonesia timur | Berbagai belahan dunia, termasuk Asia |
| Gigi | Tidak terus tumbuh | Gigi seri terus tumbuh sepanjang hidup |
| Sebagai peliharaan di Indonesia | Cukup populer | Kurang umum dipelihara |
Perbedaan cara berkembang biak ini juga yang membuat tanda kehamilan sugar glider sulit dikenali secara fisik, karena joey yang lahir langsung dibesarkan di dalam kantong induk, bukan berkembang penuh di dalam kandungan seperti tupai.
Sugar Glider vs Tupai Kelapa
Tupai kelapa (bajing) adalah hewan yang aktif di siang hari dan tidak punya kemampuan meluncur sama sekali. Sering disamakan karena keduanya sama-sama disebut "tupai" dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, padahal sugar glider justru aktif di malam hari (nokturnal) dan punya selaput peluncur yang jelas beda dari tupai kelapa.
Sugar Glider vs Galago (Bush Baby)
Galago, yang juga dikenal sebagai bush baby, adalah primata kecil dari Afrika yang punya mata besar dan wajah yang sedikit mirip sugar glider. Bedanya, galago termasuk primata (kerabat dekat kera dan manusia), sementara sugar glider adalah marsupial dari Australia dan sekitarnya. Galago juga tidak punya selaput peluncur seperti sugar glider.
Kenapa Penting Tahu Bedanya Sebelum Memelihara
Kesalahan mengira sugar glider sebagai hewan pengerat biasa bisa berakibat pada kesalahan perawatan, terutama soal makanan dan kebutuhan sosialnya. Sugar glider butuh menu khusus yang berbeda dari tupai atau hewan pengerat pada umumnya, dan mereka juga hewan koloni yang idealnya tidak dipelihara sendirian, berbeda dari beberapa jenis tupai yang cenderung soliter.
Kesimpulan
Meski sekilas mirip karena sama-sama bisa meluncur atau punya ukuran tubuh kecil, sugar glider punya klasifikasi biologis dan kebutuhan perawatan yang jauh berbeda dari tupai terbang, tupai kelapa, maupun galago. Kalau kamu tertarik memelihara sugar glider asli dan butuh panduan lengkap sebelum memutuskan, tim Adewap Glider siap bantu konsultasi via WhatsApp.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah sugar glider termasuk hewan pengerat? Bukan. Sugar glider adalah marsupial (mamalia berkantung), berbeda dari hewan pengerat seperti tupai atau hamster.
Kenapa sugar glider sering disebut tupai terbang di Indonesia? Karena kemiripan bentuk dan kemampuan meluncur, meski secara ilmiah keduanya berasal dari kelompok hewan yang berbeda jauh.
Apakah sugar glider dan galago bisa hidup di habitat yang sama? Tidak. Sugar glider berasal dari Australia dan Papua, sementara galago berasal dari Afrika. Keduanya tidak ditemukan di habitat alami yang sama.
Apakah cara merawat sugar glider sama dengan tupai? Tidak sama. Sugar glider punya kebutuhan sosial dan nutrisi yang lebih spesifik dibanding kebanyakan jenis tupai, jadi perawatannya perlu mengikuti panduan khusus sugar glider.




